Sabtu, 25 Juni 2011


Jurnal Pencatatan Saham

Misal sebuah perusahaan mengeluarkan saham 10.000 lembar dengan nilai nominal per lembar Rp 10.000. sejumlah 4.000 lembar terjual dengan harga Rp 450.000.000 tunai
Jurnal pencatatannya :
< Kas                               Rp 450.000.000
<< Modal Saham                         Rp 400.000.000
<< Agio Saham                           Rp 50.000.000

Perhitungannya :
Modal saham = 4.000 lbr X Rp 10.000 = Rp 400.000.000
Agio saham = 450.000.000 – 400.000.000 =Rp 50.000.000


           Misal nilai nominal tidak ditetapkan (no par value), sehingga jumlah yang diterima tunai atas penjualan tersebut tidak dicatat dalam akun “tambahan modal disetor”, tetapi akun Modal Saham.
Jurnalnya :
< Kas                               Rp 450.000.000
<< Modal Saham                         Rp 450.000.000

Dapat pula penjualan saham tersebut dibayar dengan tanah, maka jurnalnya :
< Tanah                           Rp 450.000.000
<< Modal Saham                         Rp 400.000.000
<< Tambahan Modal Saham          Rp 50.000.000

Apabila harga pasar tanah ditetapkan sebesar Rp 425.000.000 dan harga pasar saham tidak ditetapkan, jurnalnya :
< Tanaga                          Rp 425.000.000
<< Modal Saham                         Rp 400.000.000
<< Tambahan Modal Disetor        Rp 25.000.000




SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
1.     Akuntansi dan Sistem Informasi
a.    Pengertian Dasar akuntansi
Akuntansi (accounting) sering disebut dengan bahasa dunia usaha (the language of business). Devinisi yang dikemukakan oleh American institute of certified public acontants (AICPA) sebagai berikut:
Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan mata uang, transaksi-transaksi, dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya yang bersifat financial dan penafsiran hasil-hasilnya.
American Accounting Assosiation (AAA) juga mendevinisikan akuntansi yaitu proses mengidentifikasi atau mengenali, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Kegunaan akuntansi adalah:
a.    Perencanaan, pengendalian, dan sebagai dasar untuk membuat keputusan bagi perusahaan.
b.    Memberikan pertanggung jawaban kepada pihak luar perusahaan untuk mengambil keputusan masing-masing.

2.    Proses Kegiatan Akuntansi
a.    Proses pencatata (recording)
b.    Proses penggolongan (Classifing)
c.    Proses pengiktisaran (Summarizing)
d.    Proses penyajia laporan keuangan (Financial statement)

3.    Kualitas informasi Akuntansi
Fungsi pokok akuntansi dalam masyarakat ekonomi modern adalah untuk mengumpulkan dan menghubung-hubungkan informasi yang diperlukan supaya mendapatkan gambaran dari aktifitas perusahaan, baik besar maupun kecil, dalam bentuk perusahaan perorangan, firma ataupun perseroan, badan-badan yang bersifat tidak mencari keuntungan, pemerintah, dan badan-badan atau lembaga pemerintahan.

Informasi yang dapat diperoleh dari akuntansi antara lain:
1.     Pembiayaan
2.    Pola investasi
3.    Jumlah kewajiban
4.    Jumlah kekayaan bersih
5.    Potensi perusahaan dalam menghasilkan laba


Syarat yang harus dipenuhi agar informasi akuntansi berkualitas dan dapat dipergunakan oleh pemakai informasi yaitu:
1.     Relevan
2.    Dapat dimengerti
3.    Daya uji
4.    Netral
5.    Tepat waktu
6.    Daya banding
7.    Lengkap























Pemakai Informasi Akuntansi
Pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi akuntansi dapat dikelompokan sbb:
1.     Pihak intern
Pihak intern perusahaan adalah pihak yang menyelenggarakan usaha, seperti rumahtangga konsumsi dan rumah tangga produksi. Dalam hal ini pimpinan perusahaan ( manager) yang bertanggungjawab dalam hal pengambilan suatu keputusan. Kegunaan laporan keuangan bagi pimpinan perusahaan adalah:
a.    Mengetahui seberapa besar hasil yang sudah dicapai.
b.    Mengetahui apakah kegiatanya sesuai dengan rencana dan tujuan perusahaan.
c.    Menyusun rencana keuangan dalam hal meningkatkan laba perusahaan.

2.    Pihak ekstern
Pihak eksternal adalah pihak-pihak yang berkepentingan dengan suatu usaha atau perusahaan, sebagai contoh, bank yang memberikan kredit pinjaman. Pemakai informasi akuntansi yang termasuk pihak ekstern, antara lain:
a.    Pemilik dan calon pemilik
Adalah mereka yang menanamkan uang kedalam perusahaan, yang pada akhir periode tertentu ingin mengetahui posisi keuangan perusahaan.
b.    Investor
Penanam modal yang beresiko, yang sangat berkepentingan dengan informasi akuntansi.

c.    Karyawan
Adalah sekelompok pekerja dan  unit-unit organisasi pekerja yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi perusahaan tempat mereka bekerja.
d.    Pemberi pinjaman (kreditor)
Kreditor adalah pihak yang sangat berkepentingan terhadap informasi akuntansi agar dapat mempertimbangkan dan memberi keputusan, apakah pengajuan kredit yang dilakukan oleh calon debitur dapat diterima atau ditolak.
e.    Instansi pajak( sebagai pihak pemerintah)
Pihak instansi pajak akan mengenakan kewajiban akan menyetor pajak penghasilan terhadap suatu perusahaan setelah menerima laporan dari perusahaan berupa informasi akuntansinya yang dituang dalam surat pemberitahuan pajak tahunan manakala perusahaan telah menerima laba.
f.    Pemasok atau pengirim barang (supplier)
Pemasok sangat berkentingan terhadap nformasi akuntansi perusahaan pelangganya. Bila keadaan perusahaaan menurun, maka ia akan menghentikan pengiriman barang karna khawatir perusahaan tersebut tidak dapat melunasi utangnya.
g.    Masyarakat
Informasi akuntansi perkembangan perusahaan disediakan agar masyarakat mengetahui peluang kerja dan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan taraf hidupnya.



Utang

Utang adalah kewajiban perusahaan yang timbul karena transaksi waktu yang lalu dan harus dibayar dengan uang, barang, atau jasa pada waktu yang akan datang. Utang dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1.  Utang Jangka Panjang/ Kewajiban Lancar
Utang jangka pendek adalah utang yang diharapkan harus dibayar dalam jangka waktu satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan.
Utang jangka pendek terdiri dari :
·         Utang dagang
·         Utang wesel
·         Pendapatan diterima di muka
·         Utang gaji
·         Utang pajak
·         Utang bunga
Perusahaan harus memberikan perhatian khusus pada utang jangka pendek ini. Jika utang jangka pendek/ kewajiban lancer lebih besar dari pada aktiva lancer maka perusahaan berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Ini berarti perusahaan tidak bisa membayar seluruh utang jangka pendeknya.
2.  Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang adalah utang yang pembayarannya lebih dari satu tahun.
Yang termasuk utang jangka panjang yaitu :
·         Utang obligasi
·         Utang wesel jangka panjang
·         Utang hipotik
·         Uang muka dari perusahaan afiliasi
·         Utang kredit bank jangka panjang
Utang jangka panjang biasanya timbul karena kebutuhan untuk membeli aktiva, menambah modal perusahaan, investasi, atau mungkin juga untuk melunasi utang.

Harga Pokok Produksi

Dari namanya, Harga Pokok Produksi berbeda dengan Harga Pokok Penjualan. Dari segi penggunaan, Harga Pokok Produksi digunakan oleh perusahaan manufaktur atau perusahaan yang memproduksi sendiri barang dagangan mereka, sedangkan Harga Pokok Penjualan digunakan oleh seluruh perusahaan dari segala jenis perusahaan yang memperdagangkan dagangan baik dalam bentuk barang maupun dalam bentuk jasa. Harga Pokok Produksi berpengaruh terhadap Harga Pokok Penjualan, sedangkan Harga Pokok Penjualan tidak berpengaruh terhadap Harga Pokok Produksi.

              Metode pencatatan persediaan untuk bahan-bahan baku dan bahan penolong untuk produksi sama yang digunakan untuk mencatat persediaan pada Harga Pokok Penjualan. Metode-metode yang bisa digunakan dalam pencatatan persediaan bahan-bahan baku dan bahan penolong Produksi yaitu : FIFO, LIFO, dan rata-rata. Tetapi biasanya perusahaan menggunakan metode rata-rata untuk kepraktisannya.
                Dari pemakaian bahan baku dan bahan penolong, ditambah gaji tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan produksi, ditambah lagi dengan biaya overhead pabrik, akan dihasilkan Harga Pokok Produksi. Biaya overhead pabrik adalah biaya selain bahan baku, bahan penolong, dan gaji tenaga kerja langsung. Contoh biaya overhead pabrik adalah listrik produksi/ mesin produksi, biaya pemelihaan mesin produksi, dan biaya-biaya lain yang berhubungan langsung dengan produksi.
               Dari harga pokok produksi ditambah dengan Persediaan Barang jadi Awal, dikurangi Persediaan Akhir Barang Jadi dihasilkan Harga Pokok Penjualan.